Ketua LGS Sumut Tanggapi Serius Isu yang Beredar Terhadap Kapus Lahusa Nias Selatan

NIAS SELATAN | Sumutglobalnews.com

Ketua DPW Sumut Lembaga Garuda Sakti (LGS), Apnison Duha menanggapi dengan serius isu yang telah beredar di beberapa pemberitaan media online, persoalan yang menyeret nama baik Kepala Puskesmas (Kapus) Lahusa berinisial LH atas kejadian yang menimpa dirinya, Rabu, 10/01/2024 lalu, di Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (17/01/2024).

Dalam tanggapannya, Ketua LGS Sumut, Apnison Duha mengatakan, Ia nya telah membaca salah satu berita di media online, yang menyatakan bahwa pemulangan Kapus Lahusa dikarenakan belum lengkap alat buktinya, sesuai dengan yang disampaikan oleh Kanit PPA Polres Nias Selatan.

“Kalimatnya begini, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Nias Selatan, J.Pardede yang ditemui awak media ini di ruang kerjanya mengatakan, pemulangan Kapus karena belum lengkap alat buktinya,” ucap Apnison sambil membaca kalimat tersebut.

Lanjut Apnison Duha membacakan, “Belum cukup bukti, bukti surat saja tidak mendukung terkait laporan keluarga korban, sehingga kami tidak bisa menaikkan sidik, karena saat kami mengambil keterangan si korban, katanya dia tidak diapa-apain. Kemudian hasil Visumnya juga tidak ada yang rusak atau lecet,” sambung Apnison Duha sambil mengatakan bahwa inilah yang disampaikan oleh Kanit PPA dalam berita tersebut.

Atas dasar pemberitaan tersebut, Ketua LGS Sumut, Apnison Duha dengan tegas mengatakan bahwa “Sesuai dengan keterangan tersebut, marilah kita menunggu proses yang ada, kita jangan menghakimi satu sama lain, kepada rekan-rekan media atau Jurnalis sebagai kontrol sosial, ada baiknya kita menunggu hasil dari Penegak Hukum, karena semua itu ada tahap-tahap prosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” tutur Apnison Duha.

Tambah Apnison Duha mengatakan, “Ada baiknya juga dalam pemberitaan tersebut, yang dapat memberikan edukasi-edukasi yang positif di kalangan masyarakat, jangan isu-isu yang belum akurat sama sekali, semuanya dihebohkan, marilah kita mencari fakta dan datanya dulu, kalau memang itu bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Ketua LGS Sumut, Apnison Duha.

Dari hasil konfirmasi dengan Orang Tua korban berinisial AH, mengatakan bahwa “Saat kita diberitahu oleh Polisi dan Dokter, hasil visum nya normal,” terangnya kepada Wartawan.

Untuk diketahui bersama, saat awak media mencoba kembali melakukan konfirmasi kepada Ayah Korban di rumahnya, bahwa informasi miring tentang Kapus telah menikah dengan korban CH adalah tidak benar, dan Ayah korban membantah keras akan hal itu.

“Informasi itu tidak lah benar,” tegas Ayah Korban.

Untuk informasi terkait hal di atas, berdasarkan keterangan dari Humas Polres Nias Selatan, menyampaikan bahwa benar pada hari Rabu tanggal 10 Januari 2024 sekira Pukul 21.00 WIB, telah diamankan satu orang laki laki berinisial LH, bersama dengan seorang anak gadis berinisial CH di dalam rumah milik Kapus Lahusa, di desa Bawo’otalua Kecamatan Lahusa oleh Keluarga Korban dan Personel Polsek Lahusa.

Selanjutnya, Penyidik Satreskrim polres Nias Selatan telah melakukan serangkaian penyelidikan dengan cara melakukan wawancara terhadap Pelapor, Korban, Terlapor dan Saksi-Saksi lainnya dan meminta Visum.

“Namun sampai saat ini Penyidik belum dapat menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan dan masih mengumpulkan alat bukti lainnya,” terang Humas Polres Nias Selatan, Bripka Dian Octo Tobing.

Sebagai konsumsi publik, awak media akan berupaya untuk mencari informasi perkembangan selanjutnya. (Harpendik Waruwu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *