Pembangunan Bandara Binaka Diduga Ada Sarat Penyimpangan, PPK dan APH Terkait Tutup Mata Dan Tutup Mulut

Sumutglobalnews.com,Nias

Selama ini proses, prosedur dan tahapan pelaksanaan proyek pembangunan bandara binaka terkait perizinan perusahaan AMP yang berada didalam kawasan vital dan juga terutama terkait penyediaan dan pemakaian material oleh rekanan atau kontraktornya selama ini diduga sarat penyimpangan, diduga tidak sesuai standarisasi dan speksifikasi sebagaimana mestinya sesuai yang tertera dalam kontrak kerja proyek TA 2023 dan kontrak kerja proyek TA 2024, hal ini bisa terjadi secara leluasa karena selama ini diduga keras adanya Conflic of Interest yang sangat luar biasa oleh pihak terkait sehingga PPK dan APH terkait pun tutup mata dan tutup mulut. ujar ketua Projo Nias ini kepada awak media.

Oleh karenanya, kepada saudara PPK proyek tersebut dan juga kepada saudara rekanan atau kontraktor yang kami hormati dan muliakan, kami himbau dengan tegas supaya segala kebutuhan item material yang digunakan dibandara binaka itu, jangan coba-coba memanipulasinya dilapangan hanya demi memenuhi hasrat dan syahwat keuntungan pribadimu atau kelompokmu, termasuk juga saat melaksanakan atau mengerjakannya dilapangan, supaya setiap item pekerjaan pembangunan di bandara binaka tersebut harus benar-benar bermutu sesuai standarisasi dan speksifikasinya, sehingga nantinya hasil akhir pekerjaan itu wajib berkualitas dan memenuhi standar kualifikasi pembangunan bandara yang benar dan sesuai sebagaimana mestinya, pungkasnya dengan lugas.

Proses pengerjaan pembangunan ini, seharusnya dikawal secara ketat oleh pemerintah daerah se-kepulauan nias khususnya Pemerintah kota Gunungsitoli bersama dengan seluruh elemen masyarakat Nias, karena hal ini menyangkut kepentingan umum masyarakat Nias dan masa depan masyarakat kep.Nias dibidang transportasi udara khususnya, dan juga karena pada hakekatnya kita masyarakat kep.nias ini yang sesungguhnya sebagai pengguna sekaligus sebagai pemanfaat jangka panjang dari program pembangunan bandara binaka tersebut, jadi harus kita dukung dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa, dengan cara “mari kita ikut menjaganya, mengawalnya dan mengawasinya secara maksimal sebagai bentuk tanggung jawab moral kita sebagai masyarakat nias” ujarnya menegaskan.

Itulah yang seharusnya menjadi atensi dan fokus kita bersama dan menjadi pusat perhatian kita secara serius dalam pergerakan pengawasan lapangan yang harusnya dilakukan secara ketat dan berkelanjutan oleh para stakeholders, para suhu dan para pimpinan daerah, jadi tidak hanya sebatas slogan dan angin surga saja, ujarnya sambil mengakhiri pembicaraannya. (Deni Zega)