Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Surawanmemastikan berkas perkara pembunuhan ibu dan anak di Subang telah lengkap

Bandung,Sumutglobalnews.com

Berkas tersebut, kata Surawan, sudah dilengkapi sesuai dengan petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

“Sudah dilengkapi sesuai dengan petunjuk JPU, kemarin sudah kita limpahkan lagi berkasnya,” ujar Surawan, Selasa (9/1/2024).

Surawan tidak merinci apa saja tambahan dalam berkas tersebut. Ia hanya menyebut jika ada tambahan keterangan dari beberapa saksi.

“Tambahan keterangan beberapa saksi, saksi yang sudah kita periksa ada juga saksi baru,” ucapnya.

Sementara untuk tiga tersangka yakni Arighi, Abi dan Mimin, kata dia, saat ini masih belum dilakukan penahanan.

“Nanti kita komunikasikan lagi, kalau sudah oke, kita tindaklanjuti,” katanya.

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyita banyak perhatian masyarakat.

Tak hanya warga Subang, kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan anaknya, Amalia Mustika Ratu, juga menjadi obrolan nasional.

Bahkan Mabes Polri sempat turun tangan ikut menangani kasus ini.

Saking hebohnya, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini dikenal dengan istilah “Kasus Subang”.

Ibu dan anak itu diduga dibunuh dengan cara keji.
Mayat Tuti dan Amalia ditemukan dalam bagasi mobil Alphard, yang terparkir di rumah mereka, di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu 18 Agustus 2021 pagi.

Sosok yang pertama kali menemukan kedua mayat tersebut adalah suami Tuti sekaligus ayah Amalia, Yosep Hidayah.

Yosep mengaku menemukan jasad mereka ketika hendak mengambil stick golf ke kediaman Tuti Suhartini.

Ia juga sempat panik karena takut istri dan anaknya itu diculik.

Merasa janggal atas kematian istri dan anaknya, Yosep melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jalan Cagak.

Kasus ini juga sempat ditangani Polres Subang hingga akhirnya tenggelam selama dua tahun.

Berbagai upaya pengungkapan seperti olah TKP berkali-kali, pemeriksaan terhadap 121 saksi, dan pengumpulan 261 alat bukti.

Selain itu, Polisi juga mengautopsi jenazah hingga dua kali.

Baru pada pertengahan Oktober 2023, Muhammad Ramdanu alias Danu yang adalah keponakan korban, menyerahkan diri ke Polda Jabar.

Ia juga menyeret nama lainnya yaitu Yosep Hidayah, istri kedua Yosep, Mimin Mintarsih, serta kedua anaknya, Arighidan Abi yang kemudian turut menjadi tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *