Persiapan Menyambut Acara Isra Mi’raj 1445H Dusun III Manik Hataran

Simalungun Sumutglobalnews.com

Menyambut bulan yang baik dan penuh anugrah,di mana seorang Rasul di utus oleh Allah untuk membawah umat manusia dari jaman kebodohan ke jaman di mana harkat dan martabat di junjung tinggi, Jika pada masa jahiliyah manusia diperdagangkan, harkat dan martabat, wanita tidak dihargai, maka pada zaman modern harkat dan martabat di junjung tinggi.

Kamis 8 February Hinga pukul 22.00 wib panitia kegiatan pelaksanaan isra mi’raj 1445H nabi besar Muhammad Saw yang akan di laksanakan tangal 10 February malam terus menyusun tertib acara dan muda mudi remaja mesjit melaksanakan latihan guna memeriaka acara isra dan mi’raj nabi besar Muhammad Saw.

Mengingat waktu yang sempit tingal hitungan hari ketua panitia penyelenggara suhandoko berusah dan berupaya mengintruksikan kepada seluruh setiap insan yang terlibat dalam setiap acara,supaya bertindak dan berbuat untuk lebih maksimal,guna suksesnya acara yang akan di gelar,mengingat banyak tamu undangan akan datang dari berbagai unsur dan elemen masyarakat.

Acara isra mi’raj nabi besar Muhammad Saw di laksanakan di masjid Al-mukmin Batu XI Nagori Manik Hataran,Kecamatan Sidamanik kabupaten Simalungun.

Dari Amatan awak media di lapangan,tampak hadir di lokasi masjid,sepasang suami istri merupakan tokoh masyarakat yang sangat dermawan yang merupakan donatur, acara isra mi’raj 1445H nabi besar Muhammad Saw sekaligus merupakan orang yang telah banyak berbuat untuk merehab masjid Al-mukmim menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ia merupakan salah seorang pegawai BUMN yang ada di perkebunan PTPN IV Gunung Bayu, seorang Asisten, RIKKI HARTOYO, SP dan seorang istri YULINDA SKM yang berdinas, sebagai pegawai negri sipil (ASN) di puskesmas simpang kerang

Berkomitmen untuk menjalin hubungan kekeluargaan di tengah-tengah masyarakat Batu XI,guna trciptanya persatuan dan kesatuan dalam tatanan hidup bermasyarakat,di butuhkan masyarakat yang berakhlak,dan Budi pekerti yang luhur secara beragama bebangsa dan berbudaya.

Red Arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *